see more picture on my Flickr
Pasar semawis diadakan selama 3 hari semenjak hari kamis hingga hari sabtu(22-24 Januari).Pasar ini diadakan untuk memperingati datngnya IMLEK dan bertempat dipecinan kota semarang, sebuah tempat yang mayoritas dihuni komunitas tionghua di semarang.
Disana dijajakan berbagi: macam dari pernak-pernik, seperti gelang kalung; sandang pangan; aneka jajanan dan makanan, dari makanan khas etnis tionghua, jajanan semarangan, seperti lumpia, atau bagi penggemar sate babi, dan aneka babi lainnya, disinilah pusatnya, dan ada satu lagi yang makanan lucu, yaitu mie cool, bingungkan?makan mie dingin seh apa enaknya? yah klo yang ini malah ngga dingin lagi karena g kemakan lama, tapi dingin karena ada serutan icenya didalamnya. Jadi mienya terbuat dari semacam agar-agar(nutrijel) yang dibuat sedemikian rupa menyerupai benar-benar mie, dicampur dengan aneka sirup dan buah lyce, dan lain-lainnya. Emhh, lezis banget, Terus makanya pake sumpit, mantaplah kalo benar disebut dengan mie.tapi makannya ngga perlu pake saos, cuka, ato kecap yah!(ngga tau jadi apa tuh rasanya). Lebih pas klo disebut minuman kali yah, Klo ngga pas ada even tersebut biasanya dijual dijalan Kemuning, tapi katanya juga buka dikota Solo, Banjarnegara, Dan Purwokerto, Mau, Mau, Mau
dan yang tak lupa adalah berbagai pertunujakan, seperti Wayang Po Tay Hie( ngga wayang orang, ato golek loh), dan tentunya barong sai, dan bagi2 angpau. pokoknya meriah, klo mau liat lagi tunggu imlek taun depan yah (setaun lagi, sabar bu’)
Perpaduan budaya lokal dan warga keturunan tersebut di kota Semarang setidaknya memberikan warna tersendiri, tidak hanya diwarnai warna kecoklatan air rob yang kapan saja siap menggenangi, disudut2 kota ini. Dan tentunya tidak dipandang sebagai sebuah perbedaan RAS, tapi sesuatu yang saling mendukung, dan melengkapi menjadi RASa Lokal. Dan semoga semarang sebih semarak dengan berbagai festival2 budaya seperti ini,,,, : )









Tinggalkan Balasan