Masak ada seh kesatria baja hitam?Yah bisa saja ada, kalo kita menyaksikan HVP3 (Harajuku Visual POP 3) di auditorium RRI, Semarang seminggu yang lalau, 070209. Terus apa yang dialakuakan? nolong orang? ngga juga malah dia show off, heheh, namanya aja kamen rider2an. HVP adalah acara yang berbau Japanese yang menampilkan berbagai macam acara antara lain COSTPLAY party, Japanese Band Festival, Kabaret, para-para dance dll. Acara ini diadakan setiap tahun, pada bulan Pebruari, dan ini merupakan acara ke -3, dulu biasanya diadakan di Gedung juang 45 JL, Pemuda.
Yang mengherankan banyak sekali yang menyambut antusias acara tersebut, kurang lebih seribu tiket pun habis sebelum hari H nya even tersebut. Mereka berdatangan dengan segala macam atribut kejepang2nag, ada yang hanya sekedar manggunkan kaos bernuansa jepang, gaya harajuku, atau pake YUKATA-sejenis kimono, sering disebut kimono musim panas, (Ngga dibaca YUKs KATA,,,loh). Ngga ada yang pake batik bo’(iya she salah kostum nti dibilangnya). Banyak juga loh yang dating dari luar kota misalnya tangerang, bandung, Yogyakarta, demi menyaksikan acara ini.
Eh, enah mengapa yang mendasari orang-orang ini menggunakan/mencitai budaya Jepang semacam ini, atao apakah budaya kita yang kurang “keren/cool” dibandingkan dengan budaya mereka?
Beberapa waktu lalu teman saya sempat melakukan reportase, bahwa mereka menyukai acara-acara yang semacam itu karena tidak ada organisasi/lembaga yang menyelenggrakan event2 kaya gitu yang berbau Indonesia,, heeh benarkah? Bukankan setiap ada pertunjukan wayang pada sepi pengunjung anak mudanya. Dan tentunya berbagai alasan lain termasuk kesukaan terhadap komik dan anime-anime jepang yang mendorong seseorang semakin suka akan kegian atau hal-hal semacam tersebut.
Lah terus ngapain juga kamu kesana mas?Saya kesana karena saya disuruh Foto band temen saya yang kebetulan di undang maen, sekalian melihat hal-hal yang berbeda, yang lucu, yang unik, sukur-sukur ada mb maria ozawa ikutan nonton, hehehe, Btw, saya lebih suka laptop si unyil dibanding melihat Ultraman(ngga ada hubungannya)
Semoga acara-acara semacam ini tak membuat lunturnya apresiasi kawula muda kita terhadap budaya sendiri yang malah dipersoalkan di negeri sendiri(seperti jaipong) dan pencurian kesenian Negara sendiri oleh Negara asing dan semoga acra tersebut hanya suatu wadah untuk meyelurkan kreasi dan ide mereka sendiri,,,
























Tinggalkan Balasan